Tampilkan postingan dengan label mati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mati. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Februari 2014

Mengaku dikejar Zombie lelaki ini ditembak mati

31/10/2013

California - Seorang lelaki dari California ditembak mati usai merosak rumah milik satu keluarga setelah sebelumnya berteriak yang dirinya dikejar zombie di halaman belakang rumah tersebut. Polis Orange County mengatakan Paul Michael Bracamontes (22) mati ditembak di sebuah pemukiman mewah di daerah Yorba Linda, Calfornia oleh pemilik rumah yang terbangun setelah mendengar teriakan Paul di halaman belakang rumahnya pada dini hari.

Pemilik rumah yang memiliki isteri dan bayi menembak Paul setelah dia berusaha merosak pintu kaca. Peristiwa tersebut terjadi beberapa ketika sebelum polis  membuat tindakbalas    telepon 911 dari rumah tersebut.

"Dia mengancam untuk melukai pemilik rumah sambil berkata bahawa ada 5 zombie yang mengejarnya dan akan melukai para penghuni rumah. Kami yakin zombie yang dimaksud tersebut tidak pernah ada," ujar Sherif Polis Orange County, Letnan Jeff Hallock seperti dilapor dari Reuters, Khamis (31/10/2013).

Menurut Hallock, keluarga Paul mengatakan bahawa lelaki  tersebut telah berhalusinasi di sebuah pesta dan membuat komentar tak sepatutnya mengenai zombie kepada anggota keluarganya.

"Dia mengatakan bahawa dia memerlukan senjata sebelum meninggalkan pesta," jelas Hallock. "Hal terakhir yang diketahui keluarga adalah Paul pergi ke suatu tempat," sambungnya.

Hallock tidak menyebutkan berapa kali tembakan dilepaskan pada ketika itu, tetapi polis  tahu bahawa senjata yang dipakai adalah milik pemilik rumah yang sangat marah terhadap insiden tersebut. Pihak keselamatan tidak menuntut pemilik rumah kerana dia melakukan itu untuk mempertahankan diri.

Pihak polis masih memeriksa apakah ada kandungan alkohol atau ubat-ubatan terlarang di tubuh Paul. Hallock tidak boleh mengatakan Bracamontes memiliki sejarah penyakit mental.
sumber: detikNews
{ Read More }


Selasa, 24 Desember 2013

Kisah Mayat Merasa ‘Hidup’ Selepas Mati

Kisah Mayat Merasa ‘Hidup’ Selepas Mati


Pernah dengar kisah orang yang sudah mati hidup semula?
Kalau bagi sesetengah pihak yang taksub dengan kepercayaan dan semangat hidup, mereka percaya orang yang sudah mati boleh hidup semula itu adalah benar.
Lebih-lebih lagi bagi sesetengah etnik atau kaum di sesebuah negara yang mengamal kuat budaya dan kepercayaan ‘halus’.
Di Indonesia, wilayah Toraja iaitu kawasan Baruppu, Rinding Allo Toraja Utara mempunyai kepercayaan mereka sendiri.
Masyarakat di Baruppu nyatanya mempunyai amalan tadisi yang diamalkan sejak zaman nenek moyang mereka lagi.
Mereka hakikatnya taksub mengamalkan amalan atau ritual ‘Ma’nene’’ yang dilakukan setiap tahun.
Apa sebenarnya ritual Ma’nene’?
Ritual ma’nene’ adalah upacara meraikan ahli keluarga yang telah mati dengan tujuan mewujudkan rasa kasih dan cinta walaupun roh telah berpisah dari jasad.
Setiap tahun bulan Ogos, ahli keluarga si mati akan menggali semula kubur-kubur si mati dan mengeluarkan mayat si mati walaupun ada yang hanya tinggal tulang sahaja.
Kemudian, mayat si mati akan dibawa ke satu kawasan yang lapang di mana seluruh ahli keluarga sudah pun berkumpul menantikan kehadiran ‘roh baru’.
Selepas itu, ahli keluarga yang hidup akan menukarkan pakaian lama si mati dengan yang baru dan memperlakukan si mati seolah-olah dia masih lagi hidup.
Malah, mereka akan berbual bersama-sama si mati seperti bertanyakan khabar dan bertukar cerita mengenai kehidupan masing-masing.
Ritual seperti ini dilakukan kerana ingin mengekalkan rasa kasih dan sayang dengan si mati serta masih lagi merasakan si mati itu ahli keluarga mereka yang masih hidup.
Masyarakat Baruppu percaya, sekiranya mereka menjaga ‘kebahagian’ si mati, si mati juga akan menjaga keamanan dan ketenteraman keluarganya yang masih lagi hidup.
Ahli keluarga yang hidup turut percaya, si mati akan menjaga kewangan, hasil tanaman, keadaan rumah tangga yang harmoni akan terjaga sekiranya ritual ma’nene’ itu diamalkan setiap tahun.
Pelik bukan?

Sumber : MyNewsHub


{ Read More }


Sabtu, 30 November 2013

Heboh! Orang Mati Kirim E mail Misterius ke Keluarga dan Temannya



Salah satu email dari Jack Froese

BBC-Jack Froese meninggal secara mendadak karena aritmia jantung (gangguan irama jantung), Juni 2011, pada usia 32 tahun. Hal itu tentu saja menimbulkan duka bagi teman-teman dan keluarganya.
Namun lima bulan setelah kematiannya, sejumlah orang terdekatnya mulai menerima e-mail misterius dari akun e-mail Frose yang menyebutkan percakapan-percakapan pribadi mereka dengan dia sebelum dia meninggal. Keluarga pria asal Pennsylvania, AS, itu mengatakan, mereka tidak tahu password akunnya dan mereka tidak percaya akunnya telah dibajak.

Salah seorang penerima e-mail itu adalah teman masa kecilnya, Tim Hart dari Dunbar, yang mengatakan bahwa mereka sudah "tak terpisahkan" selama 17 tahun hingga saat kematiannya. "Dia tangan kanan dan teman terbaik saya," kata Hart kepada BBC.

Hart terpana ketika menerima e-mail dari temannya beberapa bulan setelah kematiannya. "Suatu malam di bulan November, saya sedang duduk di sofa, membuka e-mail di telepon saya, dan itu (e-mail) muncul, "Pengirim: Jack Froese". Saya jadi pucat pasi ketika membacanya," katanya kepada BBC. "E-mail itu sangat singkat dan pendek, tapi langsung ke hal yang hanya Jack dan saya tahu tentang itu."

Dalam judul subyek pesan itu terulis kata-kata, "Aku sedang menonton". Selanjutnya tertulis, "Apakah kamu mendengar saya? Saya ada di rumahmu. Bersihkan lotengmu!"

Hart mengatakan, tidak lama sebelum kematian Froese, mereka berdua mengobrol di loteng rumahnya. Ketika itu, temannya meledek dia atas kondisi berantakan dan debu yang ada loteng tersebut. "Hanya dia dan saya di atas sana," kata Hart.

Sepupu Froese, Jimmy McGraw, juga mengatakan bahwa ia menerima e-mail dari almarhum yang menyinggung soal cedera pergelangan kakinya yang terjadi setelah Frose meninggal. E-mail itu berbunyi, "Hei Jim, apa kabarmu? Saya tahu kamu mengalami patah pergelangan kaki. Sekadar untuk memperingatkanmu. Harus hati-hati."

McGraw mengatakan, dia telah mengalami patah pergelangan kaki seminggu lalu sebelum ia menerima e-mail itu pada 21 November malam. "Saya lebih suka mengatakan, Jack yang mengirimkan itu, hanya karena saya tahu dia sudah meninggal, tapi dia masih berusaha untuk berhubungan dengan saya," katanya. "(Ia) mencoba untuk memberi tahu saya terus maju, dan merasa lebih baik."

E-mail itu juga mencakup pesan lain untuk seorang teman yang, menurut "Jack", gagal dia kirimkan.

Sumber-sumber e-mail tetap menjadi misteri bagi keluarga Froese dan sejumlah teman yang mengatakan bahwa mereka "menerima pesan-pesan itu sebagai hadiah". Hart mengatakan, "Jika ada orang yang menilai sebagai candaan, saya tidak peduli karena saya terima apa pun yang saya inginkan. Hart telah membalas e-mail itu, tetapi belum menerima balasan."

Mereka yang menerima e-mail itu mengatakan tidak berencana untuk menyelidiki sumbernya karena mereka lebih memilih untuk melihat pesan-pesan itu sebagai berkat dari Froese ketimbang sebagai bagian dari semacam lelucon.

Ibu Froese, Patty, mengatakan kepada BBC, "Saya pikir pesan-pesan itu fantastis. Pesan-pesan itu membuat sejumlah orang senang, sejumlah orang marah, tapi bagiku, itu membuat orang berbicara tentang dia."

Menurut Mail Online, kini ada sejumlah layanan yang berjanji untuk mengirim e-mail-e-mail ke sejumlah teman dan kerabat dari seseorang yang kemudian meninggal. Itulah yang bisa menjelaskan fenomena aneh tersebut. Namun, kekhususan yang tampak dalam pesan yang diterima McGraw, yang merujuk ke peristiwa yang terjadi setelah si pengirim meninggal, mungkin dapat mengesampingkan penjelasan tersebut.Kotak Hitam Dunia
{ Read More }


IconIconIconFollow Me on Pinterest